Berita terupdate dan terpercaya

Update Corona 24 Maret 2020, Indonesia Lakukan Rapid Test




Penyebaran Virus Corona semakin meluas hingga ke beberapa negara. Dilansir dari CNN, penyebaran Virus Corona sudah mewabah di lebih dari 180 negara di dunia, dan salah satunya Indonesia. Untuk mengendalikan penyebaran ini, pemerintah Indonesia telah melakukan rapid test massal sejak Jumat (20/3). Rapid test merupakan tes untuk pemeriksaan Virus Corona secara cepat.

Rapid test ini dilakukan dengan cara menggunakan pengambilan sampel darah. Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Virus Corona, menjelaskan bahwa tes Corona massal ini merupakan tahap pemeriksaan atau screening awal saja.

"Bila hasil screening dinyatakan positif, pasien akan kembali diperiksa dengan metode PCR, yang menggunakan sampel usapan (swab) lendir dan tenggorokan. PCR yang akan menjadi acuan diagnosis seseorang positif Covid-19 atau tidak. Namun, hasil negatif tidak memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi. Untuk memastikan ada tidaknya infeksi virus, seseorang harus kembali di tes tujuh hari pasca tes pertama," ujar Yuri saat melakukan konferensi pers di Gedung Graha BNPB yang disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta (20/3).

Meski disebut sebagai tes Corona massal, rapid test hanya dilakukan kepada beberapa orang. Diantaranya, orang-orang yang dicurigai memiliki gejala Corona, orang yang pernah kontak dengan teman atau rekan kerja yang positif atau memiliki gejala Corona.

Tak hanya itu, Indonesia juga telah memesan dua juta Avigans dan menyiapkan tiga juta Chloroquine. Presiden Jokowi memaparkan dalam akun sosial pribadinya, bahwa langkah ini diambil dengan mengikuti hasil penelitian dan pengalaman beberapa negara yang menggunakan obat jenis ini untuk mengatasi Covid-19. Obat-obatan ini akan menjangkau pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit dan puskesmas di daerah yang terinfeksi.

"Pemerintah terus mengupayakan yang terbaik, berbagai cara juga sudah dilakukan. Kita sebagai masyarakat biasa, hanya bisa membantu pemerintah untuk memotong rantai penularan virus ini dengan menghindari kerumunan denga berdiam diri di rumah, berdoa yang terbaik untuk Indonesia dan sadar bahwa kesuksesan kegiatan ini bisa dilaksanakan apabila masyarakat dapat bekerja sama dengan baik,” ujar Kasdin pemilik CTT.

Pemerintah Indonesia terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia agar tetap tenang. Selalu mengikuti anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah dan tetap menjaga jarak satu sama lain.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Definition List

Unordered List

Support