Berita terupdate dan terpercaya

Communication Study Program President University Conduct E-Learning through Instagram Streaming Features



President University is one of the campuses in Indonesia to apply the concept of E-Learning because of the current issues COVID-19. Faculty of Humanities Program Study Public Relations 2018 in the subject of Public Relations Strategies on 24 March 2020 with the lecturer of Communication Study Program Anathasia Citra, S.Sos., M.Si. to take advantage of Instagram live and collaboration with the Thailand lecturer Mr. Andris Adhitra to share the point of view of Thailand media about COVID-19 and how they overcome the crisis issues about tourism.

Mr. Andris Adhitra as the lecturer of Naresuan University International College Thailand to share for all the Public Relations Studies about Public Relations, Media, and Destination Image based on the point of view Thailand Media.

"Thailand Media is almost same with Indonesia but what I can say is better than Indonesia, because all the stakeholder in Thailand has a good relationship such as Ministry of Health, Paramedics and the news platform to educate citizens of Thailand about how to face and prevent Corona Virus," said Mr. Andri Adhitra.

E-Learning becomes a good choice to conduct the online class due to pandemic COVID-19. Media social platforms like Instagram using live streaming features to open the perspective of the people about how technology can be implemented in the education field.



Program Studi Komunikasi President University Menggunakan Instagram sebagai Fitur Kelas Online

President University adalah salah satu kampus di Indonesia yang menerapkan konsep E-Learning karena isu terkini tentang COVID-19. Fakultas Humaniora 2018 Program Studi Hubungan Masyarakat dalam subjek Strategi Hubungan Masyarakat pada 24 Maret 2020 dengan dosen Program Studi Komunikasi Anathasia Citra, S.Sos., M.Sc. Memanfaatkan live Instagram dan kolaborasi dengan dosen Thailand Andris Adhitra untuk berbagi bagaimana pandangan media Thailand tentang COVID-19 dan bagaimana mereka mengatasi masalah krisis tentang pariwisata.

Bapak Andris Adhitra sebagai dosen Naresuan University International College Thailand berbagi materi kepada Mahasiswa Hubungan Masyarakat tentang Hubungan Masyarakat, Media, dan Arti Gambar berdasarkan sudut pandang media Thailand. 

"Media Thailand hampir sama dengan Indonesia tetapi apa yang bisa saya katakan lebih baik daripada Indonesia, karena semua entitas di Thailand memiliki hubungan yang baik seperti Kementerian Kesehatan, Paramedis dan platform berita untuk mendidik warga Thailand tentang bagaimana menghadapi dan mencegah Virus Corona, " kata Pak Andri Adhitra.

E-Learning menjadi pilihan yang baik untuk melakukan kelas online dikarenakan oleh merebaknya pandemi COVID-19. Platform media sosial seperti Instagram menggunakan fitur live streaming untuk membuka perspektif orang-orang tentang bagaimana teknologi dapat diterapkan di bidang pendidikan.


Share:

Certain Things Unheard (Kata Perasaan -1)



Dikala langit berwarna terang, dan saat hembusan wangi rerumputan menghampiri, bagai rasa tenang dan sejuk membenak di hati. Sebuah ungkapan yang tidak pernah di lontarkan. Bukan ketakutan, bukan kesengajaan. Diam bukan berarti tidak bicara. Banyak kata kata visual yang terungkap sebenarnya. Tapi tak pernah didengar. Atau bahkan tak terdengar. Tertutup oleh sebagian tulisan yang terlihat. 

Setiap hari penantian itu datang. Seolah berfikir kapan semua ini akan selesai. Kapan  bisa melakukan hal yang biasanya. Kapan, kapan dan kapan. Sudah mulai jenuh. Ingin berkeluh kesah tapi pada siapa?

Aku tidak mengantuk di dini hari. Menatap terangnya layar ponsel untuk menanti berdering. Apakah mungkin hari ini akan bisa? Apakah mungkin di waktu yang seharusnya tepat ini. Karena aku tau waktu yang tidak tepat. Tapi waktu itu datang tanpa ku prediksi. Walau hanya suara yang terdengar. Walau bukan perawakan yang tampak. Dan walau bukan waktu yang lama. Senyum kecil bisa terpampar di wajah. Tapi sampai kapan. 

Saat kubuka mataku, aku akan tau apa yang akan terjadi sampai malam tiba. Percuma menunggu kalau memang tidak datang. Ini bukan tentang 1 orang. Tapi tentang bersama. Harus saling mengerti. Atau bahkan harus mengerti. Sebuah pelajaran baru, yang ku harap bisa merubahku.
Share:

LOCKDOWN Bisa Membuat Rupiah Menuju 17.500/US$




Hari ini 24 Maret 2020, Indonesia di tetapkan mengalami ancaman nasional yang langsung di katakan oleh President Jokowi Dodo melalui konferensi pers resminya di hadapan publik Indonesia. COVID-19 menjadi alasan utama di keluarkannya pernyataan tersebut

Saat ini Indonesia sedang mengalami masa Social Distancing untuk mengurangi kenaikan kurva virus corona. Namun jika dilihat ke dalam sosial kelas menengah kebawah masyarakat Indonesia, Social Distancing bukan merupakan solusi yang tepat karena di ambil dari salah satu narasumber mengatakan bahwa, "Kita bukannya gak takut Corona, tapi mau gimana lagi perusahaan saya libur selama 14 hari dan mau gak mau saya harus kerja sampingan untuk menutupi kebutuhan selama 14 hari tersebut". 

Bukan hal yang tidak mungkin bahwa Indonesia melalukan hal yang sama dengan Italia yaitu menyatakan "lockdown" total dan melarang warganya untuk berpergian tanpa alasan yang jelas dan terdesak. Namun lockdown sendiri dapat menimbulkan efek yang signifikan apalagi di dalam faktor perekonomian masyarakat Indonesia ataupun nilai tukar kurs rupiah terhadap US$ yang semakin berkurang. 

Nilai 17.500 per US$ bukanlah hal yang mengada-ngada melihat situasi genting saat ini. Pemerintah mencanangkan bahwa Indonesia akan pulih pada bulan September bahwa COVID-19 akan benar-benar bersih dari Indonesia. Tentu hal tersebut akan sangat mustahil jika masyarakat Indonesia sebagai stakeholder utama dan komponen utama yang di lindungi. 
Share:

Update 24 Maret 2020, Kondisi Saat ini Marouane Fellaini Setelah POSITIF Corona hingga Dybala memberikan konfirmasi dirinya POSITIF Corona


Tertanggal 24 Maret 2020 virus corona masih menjadi momok menakutkan tidak hanya dari sektor sosial melainkan merambah ke dalam dunia bisnis hingga pesepakbola. Terbukti dari banyaknya pemain pesepakbola terindikasi Corona dan hingga sudah yang mengkonfirmasinya melalui akun instagramnya seperti Paulo Dybala dan Maldini yang kebetulan keduanya berlokasi di negara Italia yang kita ketahua sudah memberlakukan lockdown untuk menurunkan kurva penyebaran virus yang di kenal dengan nama ilmiah COVID-19

Sekarang terdengan kabar bahwa Marouane Fellaini juga diduga POSITIF corona setelah mengkonfirmasi melalui official akun detik.com. Terlihat juga dalam foto tersebut nampak Felaini terllihat baik baik saja.

Seperti yang kita rasakan bahwa COVID-19 menjadi musuh bersama tidak hanya Indonesia melainkan seluruh Negara di dunia terutama negara seperti Italia, Korea hingga China. Konfirmasi Dybala memberikan refleksi terhadap kita bahwa jangan takut apabila di dalam diri kita melihat gejala atau merasakan hal yang sama seperti yang di sebutkan oleh Kementrian Kesehatan melalui website resminya. 



Dybala secara terang-terangan mengatakan dan melawan hal tersebut dan terus berterima kasih terhadap rekan-rekannya yang tiada henti memberikan support terhadap dirinya karena sejatinya tugas kita saat ini adalah menurukan kurva penyebaran virus corona melalui SOCIAL DISTANCING hingga keputusan yang dilakukan adalah lockdown. Hal tersebut juga berlaku di Indonesia dan Italia dimana 2 negara yang cukup jauh dan berbeda culture namun harus menghadapi musuh bersama yaitu COVID-19

Sejatinya virus ini bukan hanya lawan kita semata melainkan lawan bagi semua stakeholder di sebuah negara begitu singkatnya yang di katakan oleh President Indonesia, Jokowi Dodo. Tenada medis saja tidak cukup jika kita tidak menerapkan Social Distancing dan menjaga penularan virus COVID-19.
Share:

Efek Corona, Bagaimana Nasib Bulan Ramadhan dan Dollar ke Rupiah?




Dunia saat ini sedang digemparkan dengan virus yang melanda. Virus Corona yang melanda seluruh dunia membuat aktivitas menjadi terhambat. Tidak hanya aktivitas manusia saja yang terhambat namun aktivitas perdagangan, perkantoran, hingga perekonomian juga turut terkena imbasnya.

Keputusan Pemerintah 24 Maret 2020 untuk lockdown menjadikan semakin turunnya nilai tukar rupiah ke dollar hingga hari ini mencapai angka 15rb per 1 Dollar nya. Hal ini tentu sangat mempengaruhi perdagangan baik dalam negeri hingga international. Lockdown merupakan gebrakan yang di ambil oleh seluruh negera di dunia ini untuk mengurangi curva penyebaran Corona Virus melalui social distancing.

Masa darurat Corona di Indonesia sudah diperpanjang sampai 29 Mei 2020. Hal ini disampaikan oleh pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB menerapkan Indonesia darurat Corona sejak 28 Januari 2020.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah sampai saat ini. Membuat pemerintah dan masyarakat sangat berhati-hati dengan virus ini. Minggu 22 Maret 2020, juru bicara pemerintah Achmad Yurianto menyatakan, "Ada penambahan kasus baru sebanyak 64 orang, sehingga total kasus adalah 514 orang," yang disiarkan langsung saat konferensi pers di Jakarta.

Masyarakat di Indonesia akan menjalankan puasa dan Idul Fitri dengan kondisi darurat Virus Corona. Banyak yang bertanya akankah shalat tarawih di masjid akan digelar seperti biasa, dan akan adakah buka puasa bersama tetap dijalankan dan hal lainnya. Ini juga membuat masyarakat di Indonesia diambang kecemasan dan ketidakpastian.

Pemerintah saat ini juga sudah memberlakukan sosial distancing yang sudah meliburkan beberapa aktivitas di Indonesia guna mengurangi penyebaran virus ini di Indonesia. KPC dan beberapa komunitas di Cikarang juga saat ini sudah menunda acara santunan 1000 yatim dengan jumlah sekitar 5000 anak yatim yang akan diadakan tanggal 16 Mei 2020, sampai waktu yang ditentukan.

KPC berharap dengan situasi yang melanda saat ini masyarakat dapat terus menjaga kesehatan dan kebersihan. Juga melakukan sosial distance dengan anggota KPC yang lainnya.
Share:

Update Corona 24 Maret 2020, Indonesia Lakukan Rapid Test




Penyebaran Virus Corona semakin meluas hingga ke beberapa negara. Dilansir dari CNN, penyebaran Virus Corona sudah mewabah di lebih dari 180 negara di dunia, dan salah satunya Indonesia. Untuk mengendalikan penyebaran ini, pemerintah Indonesia telah melakukan rapid test massal sejak Jumat (20/3). Rapid test merupakan tes untuk pemeriksaan Virus Corona secara cepat.

Rapid test ini dilakukan dengan cara menggunakan pengambilan sampel darah. Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Virus Corona, menjelaskan bahwa tes Corona massal ini merupakan tahap pemeriksaan atau screening awal saja.

"Bila hasil screening dinyatakan positif, pasien akan kembali diperiksa dengan metode PCR, yang menggunakan sampel usapan (swab) lendir dan tenggorokan. PCR yang akan menjadi acuan diagnosis seseorang positif Covid-19 atau tidak. Namun, hasil negatif tidak memberikan jaminan bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi. Untuk memastikan ada tidaknya infeksi virus, seseorang harus kembali di tes tujuh hari pasca tes pertama," ujar Yuri saat melakukan konferensi pers di Gedung Graha BNPB yang disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta (20/3).

Meski disebut sebagai tes Corona massal, rapid test hanya dilakukan kepada beberapa orang. Diantaranya, orang-orang yang dicurigai memiliki gejala Corona, orang yang pernah kontak dengan teman atau rekan kerja yang positif atau memiliki gejala Corona.

Tak hanya itu, Indonesia juga telah memesan dua juta Avigans dan menyiapkan tiga juta Chloroquine. Presiden Jokowi memaparkan dalam akun sosial pribadinya, bahwa langkah ini diambil dengan mengikuti hasil penelitian dan pengalaman beberapa negara yang menggunakan obat jenis ini untuk mengatasi Covid-19. Obat-obatan ini akan menjangkau pasien yang membutuhkan melalui dokter keliling dari rumah ke rumah, melalui rumah sakit dan puskesmas di daerah yang terinfeksi.

"Pemerintah terus mengupayakan yang terbaik, berbagai cara juga sudah dilakukan. Kita sebagai masyarakat biasa, hanya bisa membantu pemerintah untuk memotong rantai penularan virus ini dengan menghindari kerumunan denga berdiam diri di rumah, berdoa yang terbaik untuk Indonesia dan sadar bahwa kesuksesan kegiatan ini bisa dilaksanakan apabila masyarakat dapat bekerja sama dengan baik,” ujar Kasdin pemilik CTT.

Pemerintah Indonesia terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia agar tetap tenang. Selalu mengikuti anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah dan tetap menjaga jarak satu sama lain.
Share:

Social Distancing Menjadi Pilihan Utama Menghadapi 500 jumlah Positif Corona Update Senin 22 Maret 2020




Sosial distancing (menjaga jarak) saat berkomunikasi dengan orang lain menjadi salah satu cara mencegah penyebaran Virus Corona. Banyak orang bertanya mengenai sosial distancing, apa yang dimaksud sosial distancing? Praktik ini untuk bertujuan mencegah orang yang sehat tertular dengan yang terinfeksi. Langkah ini juga menutup acara kelompok dan ruang publik sehingga tidak terjadi keramaian.

“Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,“ ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat Minggu (15/3/2020).

Penelitian membuktikan virus ini menyebar melalui ludah dan dapat mengudara hingga tiga jam setelah orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Studi yang lain juga menyatakan bahwa virus ini dapat bertahan hidup di permukaan hingga beberapa hari.

World Health Organization (WHO) juga menyatakan tentang tindakan perlindungan dasar terhadap Virus Corona ini. Salah satunya dengan Maintaining Social Distancing yang berarti pertahankan jarak setidaknya 1 meter antara diri kita dengan orang lain, terutama yang sedang sakit. Mengapa? “Ketika seseorang batuk atau bersin mereka menyebarkan ludah dari hidung atau mulut yang mungkin mengandung virus. Jika terlalu dekat, akan sangat mungkin bisa tertular," ungkap WHO.

KPC memberikan pengetahuan untuk anggota sendiri dan masyarakat umum melalui Instagram. Dengan memberikan tips-tips pencegahan yang bisa dilakukan secara mudah, KPC berharap warga Cikarang dan sekitarnya mendapat pengetahuan lebih mengenai antisipasi terhadap virus corona ini.

Dunia berharap agar kasus virus ini agar bisa ditangani dengan baik. Tidak luput juga masyarakat di Indonesia juga mengharapkan yang sama. Dengan kebijakan pemerintah mengenai sosial distancing, diharapkan seluruh masyarakat di Indonesia dapat memahami dan mengimplementasikannya dengan baik.
Share:

Trik Menghemat Listrik saat #dirumahaja




Meningkatnya penyebaran Covid-19 (Corona Virus) di Indonesia, pemerintah semakin gencar mengimbau masyarakat untuk mengaplikasikan Social Distancing serta Work from Home. Social Distancing dan Work From Home sendiri adalah metode untuk membatasi kegiatan interaksi sosial sehari-hari masyarakat seperti bekerja, belajar, dan beribadah.

Masyarakat harus melakukan kegiatan sehari-hari dari dalam rumah serta mengurangi ataupun membatalkan kegiatan yang mengharuskan pergi keluar rumah dan berkontak langsung dengan orang lain. Langkah ini dipilih oleh pemerintah untuk menanggulangi bertambahnya jumlah angka penyebaran Corona Virus di Indonesia yang kian hari meningkat secara drastis.

Namun, dengan diberlakukannya kedua metode tersebut, pemakaian listrik masyarakat akan bertambah karena mereka dituntut untuk beraktivitas seperti biasa dari rumah. Misalnya, para pegawai akan tetap bekerja online. Begitupun para pelajar dan mahasiswa melakukan kegiatan belajar melalui e-learning atau tugas online.

Dengan begitu, aliran listrik yang umumnya hanya dipakai pada saat-saat tertentu berubah menjadi dipakai setiap saat untuk menunjang segala kegiatan online. Contohnya, pemakaian stop kontak untuk mengisi daya baterai laptop dan telepon genggam, atau penggunaan lampu dan pendingin ruangan selama seharian penuh.

Oleh karena itu, sebelum pemakaian listrik meningkat secara berlebihan, Pamelindo akan memberikan tips untuk menghemat pemakaian listrik.
1. Mematikan alat-alat elektronik yang tidak terpakai. Gunakan alat-alat elektronik hanya pada saat dibutuhkan.
2. Mencabut kabel pengisi daya alat elektronik yang sudah tidak digunakan.
3. Mematikan lampu di siang hari.
4. Mengurangi penggunaan pendingin ruangan/kipas angin.

Nah, itu dia cara menghemat listrik dari Pamelindo. Jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan dan kebersihan, sering-seringlah untuk mencuci tangan dan makan makanan yang sehat untuk terus menjaga daya tahan tubuh.
Share:

Bekerja dan Belajar di Rumah aja, Siapa Takut? Mulai Produktif yuk




Beberapa hari ini, #BekerjaDariRumah dan #DiRumahAja telah menjadi trending di beberapa platform sosial media. Dengan adanya tagar ini, diharapkan  masyarakat untuk tetap di rumah agar tetap aman dan dapat meminimalisir penyebaran Virus Covid-19.

Lalu, apa saja yang dapat dilakukan saat Social Distancing ini berlangsung? Crino Event Organizer punya beberapa tips kegiatan apa saja yang dapat kamu lakukan di dalam rumah.

1. Olahraga
Kata siapa olahraga hanya bisa dilakukan di outdoor atau ditempat Gym saja? Nyatanya, kamu tetap bisa berolahraga di dalam rumah dengan menggunakan alas tubuh atau matras.

Contoh beberapa olahraga yang dapat kamu lakukan adalah berlari kecil, push up, sit up, squat jump, plank, dan latihan otot lainnya sembari mendengarkan lagu kesukaan kamu. Karena tubuh yang sehat dapat membantu kamu terhindar dari berbagai macam penyakit termasuk Virus Corona.

2. Bekerja dari Rumah
Untuk orang-orang yang bekerja di kantor, mungkin ini dapat membantu menghemat biaya transportasi dan lebih fleksibel.

Bekerja di dalam rumah bisa dilakukan dengan rebahan diatas kasur dan juga duduk santai di sofa sembari menikmati film favoritmu.

3. Membaca Buku
Kamu bisa mulai kembali membaca buku-buku yang belum sempat kamu baca ditemani dengan secangkir kopi atau teh hangat. Yang artinya, kamu bisa mendapat kembali me time kamu atau kamu bisa melakukan self-care yang sudah lama ingin kamu lakukan tetapi tidak sempat karena kamu terlalu sibuk.
   
4. Bersih-Bersih
Di sela-sela kebosanan, kamu bisa merapikan barang-barang yang jarang kamu gunakan, kamu juga dapat membersihkan kamarmu agar terbebas dari kuman penyakit.

5. Bercengkrama dengan Keluarga
Dengan adanya social distancing, kamu dapat memiliki family time bersama keluargamu. Hubungan keluarga yang mulai renggang karena kesibukan masing-masing, kini dapat di pererat kembali dengan adanya social distancing.


Itulah beberapa kegiatan di dalam rumah yang bisa kamu lakukan saat Social Distancing berjalan. Kamu tidak perlu merasa bosan, karena banyak hal yang bisa kamu eksplorasikan. Selain itu, kamu dapat mengerjakan hal yang belum sempat kamu kerjakan waktu kemarin-kemarin. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, rajin mencuci tangan, dan tetap #DirumahAja, ya!
Share:

#dirumahaja Membuat Kita Harus Tau Informasi Update Corona Virus Anti-hoax





Covid-19 saat ini telah menjadi perbincangan dunia. Banyak masyarakat dibuat panik oleh virus yang berasal dari China ini. Berbagai macam isu tentang Covid-19 ramai dibicarakan masyarakat. Tidak sedikit informasi tentang Covid-19 yang beredar tidak jelas sumbernya dan tentunya masih dipertanyakan kebenarannya. Dilansir dari https://www.who.int, inilah beberapa klarifikasi informasi yang seringkali menjadi Hoax di masyarakat:

1. Iklim cuaca panas dan lembab (seperti Indonesia) TIDAK BISA mencegah Coronavirus.

2. Cuaca dingin dan salju TIDAK BISA membunuh coronavirus baru.



3. Mandi air panas TIDAK mencegah Covid-19.



4. Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditransmisikan melalui produk atau barang dari Cina atau negara mana pun di mana kasus telah dilaporkan.

5. Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditularkan oleh gigitan nyamuk.

6. Hanya menggunakan pengering tangan Tidak efektif untuk membunuh coronavirus baru. Sebelum menggunakan pengering tangan, cuci tangan menggunakan antiseptik.



7. Jangan gunakan lampu ultraviolet (UV) untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya, karena radiasi ultraviolet dapat menyebabkan iritasi kulit.

8. Alat pendeteksi suhu panas tubuh tidak menjamin mampu mendeteksi Coronavirus. Jika orang yang terinfeksi sudah mengalami demam, alat ini cukup berguna. Namun, interval waktu seseorang terinfeksi hingga terjadi demam adalah 2 hingga 10 hari.

9. Jangan menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh Anda dengan maksud membunuh coronavirus. Yang harus dicatat, alkohol dan klorin mungkin berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi harus digunakan sesuai dengan rekomendasi yang tepat.



10. Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona baru. Namun, disarankan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan Anda.

11. Air garam tidak bisa melindungi Anda dari infeksi Covid-19.

12. Bawang putih tidak bisa melindungi Anda dari infeksi Covid-19.

13. Orang dari segala usia berpotensi terinfeksi Covid-19. Orang dengan usia tua dan orang-orang dengan kondisi penyakit seperti asma, diabetes, penyakit jantung, lebih rentan karena kondisi kesehatan mereka buruk.



14. Obat antibiotik TIDAK efektif dalam pencegahan dan pengobatan coronavirus baru. Yang harus dicatat, antibiotik bekerja untuk melawan bakteri, sedangkan Covid-19 adalah virus.

15. Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk pencegahan atau pengobatan coronavirus baru (Covid-19). Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menjalani perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati.

Itulah beberapa hal yang paling banyak dibicarakan mengenai Covid-19. Dalam hal ini jangan mudah percaya dengan informasi dari pihak manapun tanpa validitas resmi. Di situasi seperti ini, saatnya kita #salingjaga sesama agar terhindar dari informasi hoax. Stop untuk menyebar berita hoax dan biasakan untuk saring sebelum sharing!
Share:

Corona Virus (tanpa) Penyebab, Kenali Sebelum Menyesal



Seperti yang kita tahu berdasarkan dari berbagai sumber seperti kompas.com seperti demam, batuk pilek, sakit tenggorokan dan bahkan perasaan letih atau lesu yang berlebihan. Tanda-tanda ini memang sangat mudah untuk kita kenali sob dan hampir semua institusi sudah menerapkan cek suhu badan menggunakan digital thermometer. Di kampus gue hampir setiap kita mau masuk ruangan di wajib mengecek suhu badannya dan terdapat hand sanitizer di setiap sudut ruangannya yang menjadi langkah preventif dari pihak kampus saya. Nah setiap mahasiswa dengan suhu badan di atas 37.8 derajat celcius tidak di perbolehkan masuk dan di haruskan untuk beristirahat di rumah. Dan semua institusi sudah melakukan hal tersebut.
                 
Balik lagi ke topic tanda tanda gejala korona, coba lihat cuplikan video ini! Yang dapat kalian cek melalui link channel youtube.com/c/Gendutbareng tertanggal 21/03/2020 dan berharap melalui vidio tersebut semua dapat sadar akan kesehatan dan keselamat keluarga kita masing-masing. 

Itu sangat mengerikan. Kenapa? Seperti yang kita tahu segala institusi di Indonesia hanya mendoktrin seseorang terjangkit korona dengan ciri ciri suhu tubuh tinggi atau demam dan batuk. Jika seseorang memiliki ciri-ciri tersebut hampir di pastikan orang sekitarnya langsung melihat dengan tatapan sinis seakan kita merupakan pengidap korona. Padahal dalam video tersebut salah seorang artis terkenal yaitu artis holiwood Idris Elba bersama dengan istrinya (yang pastinya peduli dengan kesehatan dan kebersihan) dapat terkena korona virus TANPA GEJALA dan terlihat sangat sehat dan bugar. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang berada di kelas menengah ke bawah? Jangankan untuk membeli masker atau hand sanitizer, besok saja masih tidak tahu ada uang untuk sekedar makan atau membeli bahan pokok kebutuhan sehari hari.

Dan dokter mengatakan orang yang terpapar virus corona tanpa gejala tersebut akan berpotensi menularkan ke lebih banyak orang jika tidak segera di tangani. Dan saya sangat setuju dengan pendapat ini karena seperti yang saya jelaskan tadi bahwa pendeteksian korona di Indonesia masih sangat memprihatinkan (hanya menggunakan suhu tubuh saja) padahal di Wuhan China sudah ribuan orang terjangkit korona TANPA GEJALA dan kembali Indonesia seakan acuh tak peduli dengan kabar tersebut. Dan tidak heran hingga sekarang 20 maret 2020 jumlah orang positif dan suspect korona terus bertambah per-harinya di Indonesia.

Dari sumber detik.com juga mengatakan bahwa Indonesia berpotensi mengalami hal yang sama dengan Italia (dimana korban yang terkena corona virus mencapai 17.000) dan di prediksi terjadi pada bulan April hingga July dimana puncaknya ada pada saat menjelang lebaran atau hari besar itu dimana seperti yang kita tahu tradisi mudik sebelum lebaran menjadi tradisi Indonesia dimana 15 juta warga Indonesia bepergian mudik ke kampung halamannya. Dan coba bayangkan setiap manusia saling bertatapan muka dan bersalaman saat lebaran tiba akan menjadi boomerang bagi diri kita dan keluarga terdekat kita. Karena sekarang yang terpenting bukan lah berkumpul tapi mencoba untuk menyelematkan orang tersayang kita dengan melakukan self-quarantinee yang sedang di canangkan oleh pemerintah.

Dari peneliti china memberikan asumsi bahwa virus corona dapat menginfeksi lebih cepat dengan masa penyembuhan lebih lama dari pada penyakit yang pernah heboh di seluruh dunia juga yaitu SARS. Semua sudah berusaha maksimal melawan virus ini, tugas kita sekarang adalah membantu dengan membatasi berinteraksi dan mendukung #dirumahaja dengan cara social distancing yang dapat menurunkan kurva penyebaran corona virus yang terus merenggut orang orang tersayang kita.

Dan saya secara personal berharap melalui video ini mengingatkan dan memberikan pelajaran berharga bahwa virus corona menjadi lawan kita bersama bukan hanya pemerintah atau hanya tenaga medis semata. Virus corona berbahaya apalagi ada korban yang positif tanpa kejala disitu lah peran kita untuk menurunkan curva penularannya. Seperti kutipan dari mas Aming, Sejatinya kitalah yang saling membunuh bukan corona. Berhenti bersikap serakah mulai melihat siapa yang lebih membutuhkan.
Share:

Definition List

Unordered List

Support